Penyebab dan Cara Mengatasi Website yang Overload

Penyebab dan Cara Mengatasi Website yang Overload

Sebagai seorang blogger yang setiap hari berhubungan dengan visitor, artikel dan hosting, tentunya perlu juga mengetahui apa saja penyebab sebuah website bisa overload. Tidak hanya itu, perlu juga memahami bagaimana cara mengatasi website yang overload agar pengunjung tetap nyaman ketika membaca sebuah artikel.

Nah, disini kita akan membahas apa sih penyebab sebuah website menjadi Overload dan menyebabkan nya menjadi lambat? Secara umum ada beberapa hal yang menyebabkan website overload, yang paling utama yaitu dari Hosting atau server yang digunakan.

Dalam setiap server website perlu dilihat juga kapasitas maksimal yang bisa ditampung oleh server untuk menerima pengunjung. Terkadang, ketika artikel sudah mulai banyak dan pemilik website abai dengan server yang terjadi adalah overload dan website menjadi tidak bisa diakses.

Biasanya masalah sering terjadi ketika kita menggunakan shared hosting, karena ibarat sebuah rumah, shared hosting membagi satu rumah dalam banyak kamar dan sebatas itulah kapasitas yang mampu ditampung oleh blog kita.

Shared hosting dan server memiliki beberapa komponen yang biasa dikenal dengan nama CPU dan juga RAM seperti yang sering kita jumpai di dalam PC atau komputer.

Disinilah terkadang terjadi masalah ketika CPU dan RAM menanggung beban yang melebihi kapasitasnya. Beberapa hal yang sering terjadi dan menjadi penyebab server atau hosting overload antara lain:

Penyebab Website Overload

CPU Overload

CPU Overload bisa terjadi karena pengunjung dalam sebuah website sudah sangat tinggi sehingga ruang dalam CPU penuh. Hal lain yang bisa membuat CPU Overload yaitu penggunaan script yang membutuhkan penggunaan CPU yang tinggi.

Aspek lain yang juga menyebabkan CPU Overload yaitu adanya eror pada script yang terdapat di dalam website, seperti sebuah script yang memerlukan pengulangan sehingga menyebabkan proses looping tanpa henti. Bisa juga hal tersebut terjadi karena error pada programming dalam jumlah yang besar dan waktu yang bersamaan.

RAM atau Memory Overload

Selain CPU, RAM juga sering overload, beberapa diantaranya terjadi karena script yang terpasang pada hsoting mengalami gangguan dan mengalami stuck pada memory dan dalam jangka waktu yang panjang.

Bisa juga hal ini terjadi karena ada plugin yang membutuhkan source RAM yang tinggi ketika dijalankan atau dipasang, sehingga membebani RAM pada hosting.

Atau, plugin yang digunakan harus selalu aktif dalam memproses perintah pemrograman. Terlihat sepele namun hal ini membutuhkan source RAM yang besar loh!

Terakhir dan juga perlu diperhatikan yaitu, hindari penggunaan cronjob yang berlebihan seperti sengaja mengatur waktu cronjob dalam hitungan detik, karena hal ini sangat membebani RAM.

MySQL Usage Overload

Hal ketiga yang sering membuat website menjadi lambat yaitu adanya Overload pada MySQL. Biasanya, hal ini terjadi ketika pengunjung sudah membludak, misalkan 3000 Unique Visitor perhari.

Overload pada MySQL juga bisa terjadi ketika terdapat penggunaan query database yang berlebihan atau terdapat penarikan data dari database secara berlebihan pada sebuah halaman.

Selain itu, tidak adanya penggunaan plugin cache untuk meringankan query database juga bisa menjadikan MySQL overload yang bisa juga terjadi karena menggunakan database dengan method persistent yang sama sama membebani server.

Bisa juga overload terjadi karena penggunaan script atau plugin yang berjenis statistik seperti counter visitor dan lain sebagainya.

Jadi, perlu dilakukan cek secara berkala untuk menjaga kualitas server yang digunakan pada website kita.

Lalu, jika ketiga masalah diatas terjadi bagaimana ya cara Mengatasi Website yang Overload? Mari kita bahas caranya dibawah ini:

Cara Mengatasi Website yang Overload

Cek Kecepatan Website di Awal Pembuatan

Cara pertama untuk mengatasi website yang overload yaitu melakukan cek kecepatan website ketika pertama kali dibuat.

Untuk melakukan pengecekan website tidak perlu dilakukan secara manual dengan membuka website dari jenis ponsel atau laptop yang berbeda, cukup gunakan layanan yang sudah ada seperti Pingdom, GTMetrix, Web Page Analyzer dan website lain yang bisa memberikan informasi tentang kecepatan sebuah website.

Untuk lebih meyakinkan, gunakan beberapa layanan yang sudah kita sebut diatas karena masing masing layanan memiliki proses report yang berbeda. Sebagai contoh yaitu layanan Google Mobile Website Speed Testing, dimana layanan ini lebih fokus melihat kecepatan website pada perangkat mobile.

Cek Performa Server

Selanjutnya, jika sudah ditemukan bahwa website menjadi lambat, yang perlu dilihat pertama kali adalah performa dari server atau hosting itu sendiri.

Sebagai tips, gunakan server yang dekat dengan pengunjung. Seperti jika blog atau website yang kalian bikin berbahasa Indonesia, pastikan server yang digunakan juga berada di Indonesia.

Gunakan CDN

Satu hal yang cukup penting agar website tidak overload karena memiliki banyak konten adalah penggunaan CDN. Banyak loh website yang membuktikan bahwa penggunaan CDN bisa membuat website lebih cepat, bahkan hingga 362%! Gokil gak sih?

Fungsi CDN yaitu membuat file statis yang berada pada website seperti gambar, flash, file CSS, JavaScript dan lainnya disimpan pada server mereka lalu didistribusikan di banyak lokasi sever di seluruh dunia.

Nah, ketika ada pengunjung, CDN nantinya akan menampilkan data sesuai dengan server terdekat visitor. Canggih juga ya!

Lakukan Optimasi Gambar

Pada dasarnya ketika melakukan optimasi gambar berarti menggunakan sebuah gambar yang memiliki kualitas bagus tanpa harus membebani server, bagaimana caranya ya?

Nah, untuk yang satu ini kita bisa melakukan kompres dan resize juga memilih format sebuah gambar yang pas.

Kita bisa menggunakan banyak tools online yang dapat melakukan kompresi gambar secara cepat dan mudah hanya menggunakan koneksi internet, seperti website TinyPNG dan juga ILoveIMG.

Kompresi pada sebuah gambar bisa juga dilakukan menggunakan sebuah plugin, sperti smush dan lain sebagainya. Namun, perlu di ingat bahwa penggunaan plugin bisa mempengaruhi penggunaan CPU dan RAM ya, jadi pilih plugin yang paling cocok buat server kalian.

Selain kompres gambar, perlu juga dilakukan rezise gambar. Hal ini perlu dilakukan agar gambar yang muncul memiliki resolusi yang tepat dan tidak mengganggu tampilan website kita.

Terakhir yaitu perlu memilih format gambar yang tepat untuk ditampilkan pada website. Saat ini ada beberapa format gambar yang populer digunakan oleh pengembang diantaranya yaitu PNG, JPG dan GIF yang merupakan susunan dari pixek dan juga ada SVG yang merupakan vektir.

Masing masing dari format tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Singkatnya, jika ingin membuat sebuah logo yang transparan, gunakan format PNG, namun jika ingin foto dengan kualitas bagus namun dengan ukuran yang lebih ringan bisa gunakan file JPG.

Nah, dari sini sudah bisa dipahami bukan apa penyebab sebuah website menjadi overload dan cara mengatasi website yang overload? Jika cukup jelas jangan lupa bagikan tulisan ini ya.

Sementara itu, untuk informasi Website dan Hosting dapat juga anda baca di blog https://ombaldan.id loh. Disana banyak tutorial yang lengkap dan mudah dipahami.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *