Perbedaan Website Statis dan Dinamis, Apa Saja ya?

Perbedaan Website Statis dan Dinamis, Apa Saja ya?

Website saat ini seolah menjadi kebutuhan primer bagi hampir semua bidang pekerjaan. Baik yang berupa display product, jasa ataupun hanya berupa Landing Page sederhana yang memberikan informasi singkat mengenai sebuah perusahaan.

Disini sudah ada beberapa artikel yang membahas mengenai apa itu website mulai dari seluk beluknya hingga menjelaskan apa itu landing page.

Nah, pada kesempatan ini, saya akan kembali mengulas mengenai website dalam sisi yang berbeda yaitu tentang Website Statis dan Dinamis.

Sekilas Tentang Website

Namun, sebelum membahas lebih jauh mengenai dua website tersebut, kita terlebih dulu akan mengulang mengenai pengertian dari Website. Website adalah sebuah halaman yang saling terhubung dimana pada umunya berisi mengenai informasi yang disediakan oleh perorangan, kelompok maupun organisasi tertentu.

Website biasanya diletakkan pada sebuah server yang berfungsi untuk menyambungkan file di dalam server agar bisa diakes di Internet oleh orang orang yang terhubung dengan jaringan.

Perlu diketahui bahwa tidak semua informasi dalam website bisa kita akses, karena ada juga beberapa website yang memang dibuat untuk member tertentu dan tidak bisa diakses oleh kahalayak umum.

Jadi diperlukan pendaftaran untuk memperoleh informasi dalam website tersebut.

Oke, kembali ke Website Statis dan Dinamis. Pada dunia teknologi, web ada dua jenis, statis dan dinamis. Kedua jenis website ini memiliki persamaan yaitu menampilkan sebuah halaman di internet dan berisi informasi.

Perbedaan Website Statis dan Dinamis

Lalu, bagaimana perbedaan website statis dan dinamis? Secara mudah dapat dijelaskan bawah website statis merupakan sebuah website yang tidak bisa dirubah secara langsung melalui website dan hanya bisa dilakukan perubahan dengan cara manual.

Sementara itu, website dinamis merupakan website dengan konten yang bisa diperbarui secara berkala dengan mudah melalui website.

Perbedaan lain antara website statis dan dinamis bisa terlihat dalam hal interaksi antara pemilik website dan pengguna dimana Website statis tidak memungkinkan adanya interaksi keduanya.

Sedangkan website dinamis memungkinkan adanya interaksi antar pengguna dan pengelola website melalui komeentar atau media lainnya yang bisa disematkan dalam sebuah website.

Selanjutnya, perbedaan antara website statis dan dinamis bisa dilihat juga pada bahasa pemrograman yang digunakan. Website Statis biasanya hanya menggunakan bahasa pemrograman HTML.

Sementara website dinamis menggunakan bahasa pemrograman yang lebih kompleks mulai dari PHP yang dipadukan dengan javascript, hingga hook, function dan bahasa pemrograman lainnya.

Perbedaan lain antara website statis dan dinamis yaitu pada penggunaan dinamis, dimana website statis tidak perlu menggunakan database sedangkan website dinamis menggunakan database untuk keperluan penyimpanan konten sepertu MySQL.

Tidak cukup sampai disitu, perbedaan yang paling terlihat yaitu website statis terkadang tidak memiliki banyak konten dan jarang diupdate, sementara website dinamis lebih sering update dan memiliki konten yang cukup variatif.

Berlanjut pada perbedaan antara website statis dan dinamis selanjutnya yaitu perbedaan ukuran website. Website Statis memiliki ukuran file yang lebih kecil dan sangat cepat diakses.

Hal ini tentu berbeda dengan website dinamis karena harus melakukan update konten berkala yang semakin menambah beban website itu sendiri.

Website statis biasanya digunakan untuk situs penjualan yang tidak memerlukan banyak konten selain produk itu sendiri. Sementara website dinamis memiliki banyak kegunaan mulai dari website berita, blog dan lain sebagainya.

Dari beberapa perbedaan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa website dinamis memiliki keunggulan dibandingkan dengan website statis.

Untuk membuat website baik yang bersifat statis maupun dinamis, dibutuhkan sebuah aplikasi webs editor dengan tampilan yang mudah.

Salah satu aplikasi Web editor yang mendukung pembuatan website dinamis adalah Adobe Dreamweaver.

Aplikasi ini digunakan karena kita sebagai pengguna bisa membuat desain halaman web dengan mudah dan juga sudah mendukung bahasa pemrograman yang dibutuhkan.

Untuk dapat mengetahui lebih jelas mengenai website statis dan dinamis saya akan memberikan beberapa contoh website.

Website statis biasanya digunakan oleh perusahaan yang berisi profil singkat dan kontak untuk menghubungi mereka.

Untuk website dinamis biasanya lebih sering kita gunakan sehari hari, seprti Facebook, Multiply, Blogspot, Medium dan beberapa website besar lainnya.

Kebutuhan Website Statis dan Dinamis

Pada penjelasan diatas, sudah bisa dipahami bahwa website statis dan dinamis memiliki beberapa perbedaan mendasar. Namun, keduanya juga memiliki kebutuhan yang sama, apa sajakah itu?

Hosting

Setiap website memerlukan hosting atau penyimpanan untuk menyimpan file mereka. Bahkan ketika menggunakan platform gratis seperti Blogger atau WordPress.com pun pengguna tetap menggunakan penyimpanan yang disediakan oleh platform tersebut.

Nah, disinilah peran hosting dibutuhkan. Hosting adalah rumah bagi sebuah website. Semua file dan konten yang kita lihat pada website baik dinamis maupun statis ada pada hosting.

Hosting sendiri memiliki beberapa jenis, diantara jenis hosting yang sering digunakan oleh developer diantaranya adalah:

  • Shared Hosting
  • VPS atau Virtual Private Server Hosting
  • Cloud Hosting
  • WordPress Hosting
  • Dedicated Server
  • dan lain sebagainya

Pilihan hosting tersebut diatas biasanya dibutuhkan untuk keperluan pengembangan sebuah website. Jadi, semakin besar pengunjung website maka pemilik harus bisa memilih server yang sesuai dengan yang mereka butuhkan.

Untuk pemula, yang diperlukan cukup shared hosting saja, karena baru tahap pembelajaran. Namun ketika nantinya sudah cukup paham, tentu kita perlu tau juga bagaimana cara mengelola VPS untuk website hingga masuk ke dalam seluk beluk cara melakukan optimasi dedicated server dan hosting yang memang khusus disediakan oleh wordpress.

Domain

Hal lain yang juga dibutuhkan oleh website statis dan dinamis adalah nama domain. Domain merupakan sebuah nama unik yang digunakan untuk melakukan identifikasi sebuah website.

Domain pada website biasanya menujukkan identitas baik perorangan, komunitas maupun organisasi. Seperti Netflix misalnya, mereka memiliki sebuah domain yang harus diakses oleh pengguna untuk dapat menggunakan layanan mereka yaitu Netflix.com.

Itulah tadi sedikit penjelasan mengenai Website, mulai dari Pengertian, Persamaan antara website statis dan dinamis, perbedaan dan hal hal yang dibutuhkan oleh keduanya.

Untuk dapat memahami lebih lanjut mengenai hal ini, kita harus sering melakukan praktek dan mencobanya secara langsung. Seperti bagaimana cara menghubungkan domain dan hosting hingga cara melakukan instalasi sebuah website.

Tentu saja hal tersebut tidak bisa dilakukan dengan instan dan harus melalui proses pemahaman yang baik agar tidak terjadi kekeliruan.

Jika ada pertanyaan mengenai artikel ini, segera tulis di kolom komentar ya. Kita bisa berdiskusi banyak hal dari apa yang sudah saya jelaskan disini.

Cukup sekian pembahasan Perbedaan Website statis dan dinamis hari ini. Pada artikel selanjutnya akan dijelaskan lebih lanjut mengenai contoh pembuatan website statis dan juga dinamis agar pembaca disini lebih paham lagi.

Terimakasih sudah menjadi pembaca setia disini yaa, jangan lupa untuk share artikel yang bermanfaat ini.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *